Tanggal 24 Mei 2008, Pemerintah mulai menerapkan harga baru BBM mulai minyak tanah, solar dan premium. Pemerintah “terpaksa” untuk menaikan BBM ini karena salah satu alasannya adalah harga minyak dunia yang semakin melejit. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kenaikan BBM ini, juga diikuti dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai konpensasi dari kenaikan ini.
Susenas 2006 ternyata mengukur juga rumah tangga yang pernah atau belum mendapatkan BLT. Artikel ini bertujuan ingin menunjukan berapa banyak rumah tangga di Indonesia yang sudah pernah menerima BLT tepatnya pada tahun 2005 dan 2006. Dalam penyajian data ini, akan diperlihatkan apakah BLT memang diterima pada masyarakat miskin. Rumah tangga miskin kami proxy dengan mengelompokan rumah tangga menurut pengeluaran perkapita rumah tangga tersebut menjadi 5 kelompok (Quintile). Q1 berarti 20% rumahtangga dengan pengeluaran perkapita terendah, sebaliknya Q5 adalah 20% rumahtangga dengan pengeluaran perkapita tertinggi.

Dari grafik di atas terlihat hanya 27.4% rumah tangga di Indonesia yang pernah menerima BLT, dimana untuk RT yang tinggal di perkotaan hanya 16.9% dan pedesaan 35.5%. Jika dilihat menurut kelompok kemiskinan, ternyata di Q1 baru 50% yang menerima BLT, sehingga masih 50% RT miskin belum menerima BLT. Dan lebih banyak lagi RT dikelompok Q2 yang tidak menerima BLT (63.6%). Masih ada di kelompok terkaya yang ternyata menerima BLT yaitu 6.2% dari total RT di Q5.

Kalau ditinjau dari penerima BLT, ternyata memang sebagian besar diterima oleh RT di Q1 (36%) dan Q2 (26%), hanya 5% RT kaya yang menikmatinya. Jadi bisa dilihat bahwa memang kelompok RT dari menengah ke bawah-lah yang menerima BLT.
Jika ingin melihat grafik lainnya bisa lihat gambar dibawah ini:








wah, kalau berdasarkan data ini berarti lebih banyak rt yang merana, karena tidak kebagian jatah bantuan, lalu dana blt yg tidak sampai ke tangan yg berhak itu lari kemana yah..? salam kenal juga pak andi..
Ya ini memang hasil survei sich, data actual mungkin ada yang punya? bisa dibandingkan dengan grafik ini. Kalau tidak tersalurkan ya masuk ke kas negara (prosedurnya), kalau diluar prosedur ya kemana lagi? hanya Tuhan yang tahu!
Tx comment-nya!
Pingback: Penerima BLT menurut Provinsi « Statistik Susenas